Langsung ke konten utama
2017 ~ The Last -
Sebuah Pemikiran
Ketika berpikir tentang tahun 2017 adalah sebuah tahun tentang
hijrah, penuh renungan, refleksi dan mencoba untuk melihat diri saya
sendiri. Bukan belajar untuk jadi orang egois. Tapi belajar untuk lebih
menghargai diri sendiri dan lebih peka terhadap orang lain. Depresi,
tertekan, gelap, sendiri dan bahkan berpikir tentang kematian ku sendiri
adalah hal baru yang kutemukan di tahun ini. Tapi aku sangat bersyukur
karena itu. Aku akhirnya bisa menemukan diriku sendiri yang sebenarnya.
Melihat diriku yang seharusnya. Aku terpuruk dalam setiap saat-saat itu.
Dalam pikiran ku hanya bagaimana cara nya aku menutupi semua ini.
Topeng yang mana lagi yang akan ku pakai. Akan seperti apalagi aku akan
membohongi semua ini. Sampai kapan aku akan tetap berdiri dan bertahan.
Sampai kapan semua topeng dan kepalsuan dan kebohongan ini tentang
diriku akan mampu menutup semua pintu. Bagaimana aku akan menghadapi
diri ku sendiri? Bagaimana aku akan menghadapi orang lain tentang diriku
yang seperti ini? Aku sendiri bahkan ketakutan saat pertama kali aku
bertemu dengan diri ku sendiri itu. Lalu bagaimana dengan orang lain?
Mungkin aku bisa saja tak peduli dengan omongan orang, tapi bukankah
sebisa mungkin aku harus bisa menghindari jadi bahan omongan mereka kan?
Apa yang akan orang lain katakan tentang itu? Bagaimana kalau semuanya
berubah tiba-tiba? Seribu kali aku menyiapkan diri, rasanya seperti
sejuta kali aku tak akan siap bila semua itu terjadi. Untuk beberapa
saat dalam waktu yang cukup lama. Aku tenggelam dalam diriku sendiri.
Aku mulai menarik diri dari dunia ku. Aku mulai menjadi orang lain. Yang
mungkin lebih buruk. Aku. Aku seolah kehilangan harapan atas hidup ku.
Disitu aku mulai berpikir tentang apa itu kematian. Bagaimana aku akan
mati? Bagaimana bila aku mati? Alhamdulillah, itu hanya sesaat saja.
Karena saat itu, Allah berhasil memelukku. Allah mendatangkan sahabat
terbaik untuk ku. Yang selalu ada di samping ku namun mungkin tak pernah
ku sadari. Ia lah Sahabat Terbaik ku. Al-Qur'an. Sejak saat itu, aku
mulai bangkit. Memiliki pemikiran yang baru tentang diriku ini. Atas
hijrah ku saat itu, aku mulai mengenal Al-Qur'an dengan lebih baik.
Lalu, aku mulai menemukan diriku yang mengerikan itu. Tapi, kemudian
bersama Al-Qur'an lah aku bangun dari mimpi burukku. Aku pun menyadari.
Aku mungkin tidak akan bisa membahagiakan hati semua orang termasuk
diriku sendiri. Tapi bukan berarti aku bisa kehilangan kesempatan
terbaik itu dalam hidup ku. Oleh karena itu, aku mulai mencoba untuk
belajar membuka diriku. Takut. Itu pasti ada. Tapi aku harus belajar
untuk itu. Aku mencoba untuk belajar menjadi orang yang lebih peka
terhadap orang lain. Meskipun sulit, tapi tetap harus dicoba kan?
Apalagi aku punya batasan sendiri terhadap dunia ku dan tentang orang
lain. Tapi bagaimana pun juga aku terus ingin berubah menjadi lebih
baik. Lebih jujur pada diri sendiri dan dunia. Aneh rasanya pada
awalnya. Tapi harus diteruskan. Aku ingin semuanya lebih baik. Aku ingin
mimpi ku jadi nyata juga. Meskipun aku tahu semua orang menertawakan
ku. Tapi aku harus siap dengan semuanya kan. Bahkan termasuk kemungkinan
terburuk nya. Aku tahu betapa tidak sempurna nya aku dalam hidup ku dan
untuk orang lain. Tapi aku ingin yang terbaik dalam hidup ku. Itu tidak
salah kan? Selama hanya aku yang terluka semuanya akan baik-baik saja.
Oleh karena itu, aku pun mengawali 1 Januari 2018 dengan sebuah
pemikiran ini. Aku mungkin akan terjatuh lagi dan lagi nanti. Tapi di
saat yang sama pula aku akan berdiri lagi, bertahan lagi dan lagi untuk
yang ke sekian kalinya. Semuanya, mari jadi lebih baik lagi di tahun
yang baru ini. Let’s share happiness π through out this world! π
Bismillahirrahmanirrahim, aku telah meninggalkan 2017 dengan baik.
Mengikhlaskan semua yang harus diikhlaskan. Aku akan menjalani tahun
2018 ini sebagai Nanda yang akan lebih baik dan lebih baik lagi.
Semangat! π ☕





